Kurangi Kolesterol
Dallas,
Senin
Meski makanan berkadar serat
tinggi diketahui merupakan salah satu diet yang dapat mengurangi kolesterol
dalam darah dan risiko terkena serangan jantung, warga Amerika ternyata hanya
mengkonsumsi sekitar setengah dari jumlah yang seharusnya mereka makan.
Demikian dikemukakan Linda Van
Horn PhD pada jurnal Circulation Eating yang diterbitkan Asosiasi
Jantung Amerika. Menurut Van Horn, asupan diet yang disarankan adalah sekitar
25 hingga 30 gram serat per hari dari makanan -bukan suplemen, yang dapat
menjamin nutrisi yang sesuai. Asupan (masukan) ini dapat dicapai dengan
mengkonsumsi berbagai padi-padian, kacang polong, sayuran dan buah-buahan yang
mengandung serat dan vitamin serta mineral penting.
Sebagai contoh, dari padi-padian
diketahui dedak sereal mengandung serat tertinggi yaitu 12,8 gram dari setengah
cangkir bahan makanan itu. Sedangkan dari secangkir havermot sereal dan jawawut
masing-masing hanya terkandung 4,1 gram dan 4,4 gram serat. Pada jenis kacang
polong atau sayuran untuk setengah cangkir kandungan serat tertinggi terdapat
dalam kacang pinto dan kacang hitam.
Kandungan serat itu bukan sebagai
pengganti lemak tak jenuh dan diet kolesterol rendah, namun berfungsi sebagai
komplimen. Diet lemak rendah yang meliputi gandum, kacang-kacangan, buah-buahan
segar yang mengandung pektin dapat mengurangi kolesterol dalam darah sekitar 10
hingga 15 persen.
Makanan itu paling tidak dapat
memberikan dua keuntungan yaitu mengurangi daya serap lemak dalam makanan dan
mengubah cara kolesterol diproduksi oleh tubuh.
Keuntungan lain dari asupan serat
tinggi adalah kontrol berat tubuh lebih baik. Seseorang yang menyantap banyak
makanan berserat tinggi, tidak akan memberi ruang bagi lemak bersarang dalam
tubuh.
Dengan berkonsentrasi pada
beberapa makanan murah yang biasanya sering diabaikan atau dihindari, seperti
kacang, gizi dapat ditingkatkan dan menghemat biaya, urai Van Horn. Banyak dari
makanan itu memberikan keuntungan tambahan karena memiliki karbohidrat
kompleks, protein tumbuhan dan antioksidan yang tinggi, serta umumnya rendah
kalori. (AHA/yun)
Kesehatan: Multikhasiat Terong dan Bayam
GloriaNet - Dua jenis sayuran ini tak cuma sedap dimasak. Bila
diolah secara sehat dan dikonsumsi teratur, beberapa penyakit dapat dicegah
bahkan diobati.
Nyaris tak ada orang yang tak mengenal terong dan bayam. Kedua bahan makanan
ini termasuk populer dalam jajaran sayur mayur. Terong terasa nikmat setelah
dimasak menjadi sayur lodeh atau sambal terong. Makanan lezat bisa didapat dari
olahan bayam, macam sayur bening, gado-gado, pecel dan lainnya. Namun,
"prestasi" mereka sebenarnya tak cuma sampai disitu. Terong Solanum
Sp, dan bayam Amaranthus sp. Masih bisa unjuk gigi untuk urusan lain. Sebagai
tumbuhan yang mampu melawan penyakit, umpamanya. Dalam soal terakhir ini,
terong dan bayam punya banyak kemampuan.
Menghambat Kerusakan Pembuluh Darah
Terong diketahui punya manfaat sebagai antikejang, antikanker, dan pendepak
gangguan pembuluh darah. Bahkan di
Nigeria digunakan sebagai tanaman kontrasepsi, terutama untuk kaum pria.
Mungkin lantaran di kait-kaitkan dengan manfaatnya sebagai kontrasepsi dalam KB
itu, terong dituding sebagai salah satu tanaman penyebab impoten. Padahal, hal itu belum tentu benar atau malah tak
lebih dari sekadar mitos.
Masyarakat Nigeria, juga mendewakan
tumbuhan ini karena bisa meredam "penyakit" gugup. Kemampuan ini
telah dibuktikan secara ilmiah terhadap marmut yang diberi sari terong
mentah.
Melalui penelitian diketahui, dalam buah terong terkandung striknin,
skopolamin, skopoletin, dan skoparon yang bisa menghambat serangan sawan,
gugup, atau kekejangan saraf. Maka, terong bisa digunakan untuk mencegah dan
mengobati serangan epilepsi dan penyakit kejang lainnya, seperti yang diyakini
dalam pengobatan tradisional.
Di Korea, terong yang telah dikeringkan bila dikonsumsi bisa pula mengobati
sakit pinggang, encok, pinggang kaku, dan nyeri lainnya. Secara empiris,
sayuran ini pun mampu mengobati campak, cacar air, ketergantungan alkohol,
gastritis, dan luka bakar.
Yang juga menggembirakan, penelitian di Jepang menunjukkan, jus terong bisa
menekan kerusakan pada sel-sel dengan penyimpangan kromosom sebagai pertanda
adanya kanker. Kandungan tripsin (protease) inhibitor pada terong diyakini bisa
melawan serangan zat pemicu kanker. Pada penelitian lebih spesifik, terong
dinyatakan sangat baik untuk mengurangi risiko penyakit kanker.
Tak cukup sampai disitu. Penelitian membuktikan pula bahwa buah ini bisa
meniadakan atau menetralkan kerusakan pembuluh darah arteri. Dengan begitu, ia
dapat menekan dan mengatsi arterosklerosis; penyakit yang disebabkan oleh
terganggunya transportasi darah dan zat makanan pada pembuluh darah arteri. Gangguan
itu, terjadi akibat timbunan lemak dan kolesterol di pembuluh darah. Dampaknya,
kerja jantung pun terganggu. Organ vital ini akan kesulitan memompa darah ke
seluruh tubuh yang bisa membahayakan nyawa.
Melalui pengobatan tradisional –yang juga telah dibuktikan para
ilmuwan—gangguan pembuluh darah ini bisa dikurangi, bahkan ditanggulangi dengan
cara mengonsumsi terong.
Menurunkan kolesterol
Bayam, selain bermanfaat sebagi sayur juga berkhasiat obat. Di Tanah Air
kita kenal ada beberapa jenis bayam. Umpamanya, Amaranthus craentus, A.
hypocondricus, A. Caudatus, dan A. spinosus.
Selain zat gizi makro macam karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin, di dalam
sayuran hijau ini juga terkandung zat gizi mikro macam kalsium, fosfor, dan zat
besi. Bahkan, kandungan zat besinya dua kali lebih banyak dibandingkan dengan
sayur jenis lain.
Yang juga menarik dari bayam yaitu kandungan asam oksalatnya. Bila senyawa yang
sering menyebabkan gangguan persendian ini dikombinasikan dengan kalsium, akan
terbentuk senyawa yang tidak diserap tubuh. Artinya, bayam bisa mengurangi
kelelahan bila dikonsumsi dengan bahan makanan sumber kalsium.
Sebagai terapi, sayuran kegemaran tokoh film kartun "Popeye" ini pun
tak kurang beragamnya. Diantaranya, mampu memperbaiki sistem pencernaan,
menurunkan risiko terserang kanker, mengurangi kolesterol (masih sebatas pada
hewan), dan bersifat antidiabetes. Cara kerjanya dalam menurunkan kolesterol
pada hewan adalah dengan mengonversi kolesterol dalam tubuh menjadi koprostanol
yang kemudian dibuang ke luar tubuh. Sedangkan, yang membuatnya berkhasiat
antidiabetes adalah kandungan mangannya (Mn).
Untuk mengobati asma dan eksim pada kulit, bisa dicoba bayam duri Amaranthus
spinosus. Tanaman ini mnegandung amarantin, rutin, kalium nitrat, piridoksin,
zat besi . garam fosfat, vitamin A, C, dan K. Untuk mengobati asma,
potong-potonglah lima batang bayam duri muda, termasuk daun dan kembangnya. Rebus potongan itu menggunakan lima gelas air selama
7-10 menit. Air hasil rebusan tadi diminum tiga kali sehari. Untuk anak-anak,
cukup diminum setengah gelas, orang dewasa satu gelas dan bayi dua sendok makan
saja.
Untuk penyembuhan eksim, bisa dilakukan dengan mengompres atau membalut bagian
yang menderita eksim. Pengompresan menggunakan kain yang telah direndam dalam
air panas hasil rebusan bayam. Pengompresan dilakukan selama 20-30 menit, cukup
sehari sekali.
Air sari bayam segar yang dicampur madu berkhasiat pula untuk pengobatan
bronkhitis, anemia, dan demam. Sementara, bila bayam muda dimasak dan airnya
dicampur madu, ramuan itu bisa menyembuhkan keputihan pada wanita, gangguan
lever, dan gangguan saluran pencernaan, macam sembelit dan tukak lambung.
Untuk keperluan kecantikan, bayam pun
bisa dimanfaatkan. Misalnya, untuk perawatan kulit muka, kulit kepala, dan
rambut. Untuk perawatan kulit wajah, caranya hanya dengan mengoleskan campuran
sari air bayam dan kunyit di wajah. Dengan perawatan macam ini, akan dihasilkan
kulit wajah bercahaya, mencegah jerawat dan kekeringan, serta mencegah penuaan
terlalu cepat pada kulit wajah. Atau, dengan cara membuat jus bayam.
Dengan menggunakan kapas, gosokkan jus bayam ke wajah dengan gerakan berputar
di sekitar sudut-sudut mata, dahi, sudut-sudut bibir dan dagu. Lakukan
perawatan ini selama lima menit ketika bangun pagi dan malam hari menjelang
tidur. Bila dipandang perlu, bisa dilakukan pembilasan denagn air dingin. Dalam
"John Heiner-man’s Encyclopedia of Healing Juice" disebutkan, jus
bayam membantu mengencangkan dan menghilangkan keriput wajah 40-60%.
Sedangkan untuk perawatan kulit kepala dan rambut caranya dengan mengoleskan
sari air bayam secara merata pada kulit kepala dan rambut dengan teratur. Hasil
yang akan diperoleh adalah rambut yang tumbuh sehat.
Mau coba? Segeralah berangkat ke pasar atau supermarket. (GCM/KCM)
______________________________________
Kolesterol :
Dua sendok teh madu dan tiga sedok teh bubuk kayu manis dicampur
dalam 16 ons air teh, jika diberikan kepada penderita kolesterol, ia
dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah hinga 10% dalam
dua jam. Seperti halnya pada pasien arthritis, jika obat ini dikonsumsi
secara teratur 3 kali sehari maka kolesterol kronis akan sembuh.
Dalam jurnal itu disebutkan pula bahwa madu murni yang dikonsumsi
bersama makanan setiap hari menyembuhkan keluhan kolesterol.
ALTERNATIF
Sehari satu apel: harus!
Makanlah apel setiap
hari dan tubuh akan terhindar dari penyakit. Demikian makna peribahasa bahasa
Inggris an apple a day keeps the doctor away. Bukan hanya penyakit
ringan seperti flu dan diare yang bisa ditangkal dengan apel, tapi juga kanker,
serangan jantung, dan stroke. Hebat kan?
Menurut penelitian US Apple Association pada tahun 1992,
diberitakan bahwa apel mengandung boron yang membantu tubuh wanita
mempertahankan kadar estrogen pada saat menopause. Gangguan penyakit pada saat
menopause, seperti ancaman penyakit jantung dan kekeroposan tulang karena
kurangnya hormon estrogen, bisa dicegah dengan boron yang terkandung dalam
apel.
Telah banyak penelitian mengungkapkan bahwa apel, seperti
buah-buahan lain, kaya akan serat, fitokimia, dan flavonoid. Hanya saja,
menurut Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, apel paling banyak mengandung
flavonoid dibandingkan dengan buah-buahan lain.
Zat ini, menurut laporan tersebut, mampu menurunkan
risiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50 persen. Selain itu ada kabar
baik untuk kaum pria. Hasil penelitian Mayo Clinic di Amerika Serikat pada
tahun 2001 membuktikan bahwa quacertin, sejenis flavonoid yang terkandung dalam
apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker prostat.
Fitokimia di dalam apel akan berfungsi sebagal
antioksidan yang melawan kolesterol jahat (LDL, Low Density Lipoprotein), yang
potensial menyumbat pembuluh darah. Antioksidan akan mencegah kerusakan sel-sel
atau jaringan pembuluh darah. Pada saat bersamaan, antioksidan akan meningkatkan
kolesterol baik (HDL, High Density Lipoprotein), yang bermanfaat untuk mencegah
penyakit jantung dan pembuluh darah.
|
MENINGKATKAN KOLESTEROL HDL:
CARA BARU MENCEGAH
PENYAKIT JANTUNG KORONER
Selama ini kolesterol dikenal sebagai
salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner (PJK), dan mengurangi
asupan lemak menjadi pilihan untuk menghindari tumpukan kadar kolesterol
dalam darah. Namun, kini ada paradigma baru mencegah PJK, yaitu justru dengan
meningkatkan konsumsi asam lemak tertentu. Pertanyaannya, asam lemak yang
mana?
Sampai saat ini banyak orang
beranggapan asupan lemak akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah,
dengan konsekuensi meningkatnya resiko terserang PJK. Namun ternyata pendapat
ini tak sepenuhnya benar, karena tidak semua lemak mengakibatkan peningkatan
kolesterol total dalam darah, bahkan terkadang diperlukan penambahan lemak
tertentu untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini dapat
dijelaskan karena di dalam tubuh terdapat beberapa jenis kolesterol, salah
satunya kolesterol HDL(high density lipoprotein)—dikenal sebagai
‘kolesterol baik’—yang dapat mengusir lawannya, LDL(low density
lipoprotein)—si ‘kolesterol jahat’ dari otot jantung. Kolesterol dalam
darah yang selama ini disebut masyarakat sebagai kolesterol saja sebenarnya
adalah kadar kolesterol total , yang terdiri dari kolesterol LDL, HDL
dan kolesterol lain.
|
|
Bila hasil
pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kolesterol total dan kolesterol
HDL masih dalam batas normal, jangan cepat berlega hati dulu. Penelitian pada
populasi sehat di Jakarta menunjukkan kadar kolesterol total maupun
kolesterol LDL dalam batas normal, sedangkan hampir 30 persen populasi
memiliki kadar kolesterol HDL relatif rendah, yaitu dibawah 35 mg %. Penelitian
lain juga menyebutkan bahwa pada populasi penderita PJK di Jakarta ternyata
lebih banyak yang memiliki kadar kolesterol HDL yang rendah dibanding dengan
kadar kolesterol total maupun kolesterol LDL yang tinggi. Hal ini sejalan
dengan penelitian Framingham yang menyatakan faktor resiko PJK bukan hanya
kadar kolesterol total yang tinggi,tapi yang lebih penting adalah rasio
kolesterol total dibanding kadar kolesterol HDL. Rasio yang lebih dari 5
berarti resiko PJK lebih tinggi.
Pada kebanyakan penderita PJK di
Indonesia—yang penampilan klinisnya cenderung timbul pada usia yang lebih
muda dengan komplikasi lebih berat dibanding populasi di negara
Barat—ditemukan peningkatan kadar kolesterol total sekaligus kadar kolesterol
HDL yang rendah. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus, baik bagi dokter
maupun penderita bahwa kadar kolesterol HDL yang rendah merupakan faktor
resiko PJK yang penting di Indonesia.
MENINGKATKAN KADAR KOLESTEROL HDL
Perlu disadari bahwa dengan paradigma
lama pencegahan PJK yang berusaha menurunkan kadar kolesterol total dengan
obat tertentu, seringkali kadar kolesterol HDL juga akan menurun. Ironis
sekali memang, padahal kadar kolesterol HDL yang tinggi dibutuhkan untuk
mengurangi resiko PJK.
Beberapa cara meningkatkan kadar
kolesterol HDL antara lain dengan mengubah gaya hidup. Dengan mengikuti
strategi berikut anda dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dengan mudah:
- Berhenti merokok. Sebuah penelitian dengan enam responden
yang dilakukan oleh Nashville’s Vanderbilt University menunjukkan bahwa
dalam satu minggu setelah berhenti merokok, kadar HDL mereka meningkat
sebanyak 15 mg %.
- Berolah raga secara
teratur. Lari setidaknya 10 km
seminggu atau melakukan aktivitas lain yang membakar 1200 sampai 1600
kalori seminggu (sebaiknya dilakukan 4 kali seminggu, masing-masing 30
menit). Dengan latihan ini, kadar kolesterol HDL akan meningkat,
menurut hasil penelitian di Georgetown University terhadap 3000 pria. Menurut
penelitian lain di University of Missouri yang melibatkan 21 pria,
mereka yang berolah raga secara teratur sebelum mengkonsumsi makanan
dengan kandungan lemak tinggi memiliki kadar kolesterol HDL yang
tinggi. Hal ini dapat dijelaskan karena olahraga merangsang lipoprotein
lipase (LPL), si enzim pembersih lemak yang akan mengurangi
trigliserida dalam darah dan memproduksi lebih banyak HDL. Semakin
banyak LPL mengalir dalam darah anda selama makan akan semakin baik.
- Turunkan berat badan. Kalau anda kebetulan termasuk memiliki
berat badan berlebih, coba turunkan kurang lebih 5 kg. Dengan cara itu,
kadar kolesterol HDL akan menigkat sebanyak 6 sampai 10 poin. Bahkan
untuk setiap setengah kilogram berat badan yang berhasil anda turunkan,
teerjadi peningkatan sebanyak 1 mg %. Yang
perlu diperhatikan, lakukan penurunan berat badan dengan cara yang
aman.
- Konsumsi antioksidan. Zat-zat antioksidan yang terkandung dalam buah-buahan dan sayur
sumber vitamin A, C dan E mampu mengurangi kadar ‘kolesterol jahat’ dan
meningkatkan kadar HDL. Contohnya, dengan minum 3 gelas jeruk sehari,
anda dapat meningkatkan kadar HDL sampai 21 mg % atau 10-20 poin dalam
waktu 4 minggu, menurut penelitian yang dilakukan University of Western
Ontario. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh kandungan flavonoid
(antioksidan) dalam jus jeruk yang disebut hesperidin.
Akhir-akhir ini, yang menjadi paradigma baru dalam
meningkatkan kadar kolesterol HDL adalah justru dengan menambah asupan lemak
tertentu dalam makanan. Pertanyaannya, lemak yang mana?
ASUPAN LEMAK YANG MENINGKATKAN KOLESTEROL HDL
Sebelum anda bertanya-tanya lebih lanjut mengaapa asupan
lemak tertentu justru dapat meningkatkan kadaar kolesterol HDL dan
mengurangii resiko PJK, perlu diketahui bahwa lemak alami dibagi menjadi dua
jenis asam lemak berdasarkan ikatan rangkapnya, yaitu asam lemak jenuh
(saturated fatty acid) dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty
acid). Secara umum lemak yang mengandung asam lemak jenuh diketahui dapat
meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan lemak yang mengandung asam
lemak tak jenuh akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Terdapat dua jenis asam lemak tak jenuh, yang hanya
memiliki satu ikatan rangkap disebut asam lemak tak jenuh tunggal atau mono
unsaturated fatty acid (MUFA) atau Omega 9; sedangkan yang
memiliki lebih dari satu ikatan ikatan rangkap disebut asam lemak tak jenuh
ganda atau poly unsaturated fatty acid (PUFA), yang terdiri dari Omega
6 dan Omega 3.
Semenjak diulasnya hasil penelitian tentang "Lyon
Diet" oleh Alexander Leaf, MD tahun 1999, bergeserlah konsep bahwa
mengurangi konsumsi lemak jenuh sebanyak mungkin merupakan kiat yang jitu
untuk mencegah PJK. Penelitian tersebut melaporkan bahwa diet dengan
kandungan Omega 3 dan Omega 9 yang tinggi dapat menurunkan angka kematian
akibat PJK lebih besar daripada hanya dengann mengurangii jumlah asupan lemak
jenuh saja.
SUMBER ASAM LEMAK TAK JENUH
Asam lemak Omega 3 diperoleh dari ikan laut dalam dan
sayuran hijau. Namun, asam lemak Omega 3 ini tidak tahan terhadap suhu
tinggi, artinya, bila diolah dengan suhu tinggi, kandungannya akan hilang.
Maka, di pasaran kini banyak dikenal Omega 3 dalam bentuk soft capsule,
dimasukkan ke dalam makanan, minuman atau telur yang mengandung Omega 3.
Keberadaan asam lemak Omega 6 harus mendampingi Omega 3
dalam porsi seimbang, idealnya 1:4, dimana asam lemak ini dapat ditemukan
pada daging dan tumbuhan, namun sama seperti Omega 3, bila dipanaskan akan
berubah menjadi asam lemak trans yang justru membahayakan kesehatan.
Asam lemak Omega 9 ternyata lebih luwes dalam
mengendalikan kadar kolesterol dalam darah bila dijadikan asupan yang rutin.
Bila asupan Omega 9 menggantikan asupan lemak jenuh, maka asupan asam lemak
Omega 9 dapat menurunkan kadar kolesterol total, sekaligus meningkatkan kadar
kolesterol HDL. Omega 9 dapat diperoleh dari minyak zaitun dan minyak kelapa
sawit tertentu. Omega 9 ini hampir tidak terpengaruh oleh tingginya suhu
pemanasan sehingga sangat cocok dijadikan minyak goreng. Hal ini amat sesuai
dengan pola makan masyarakat Indonesia yang
asupan lemaknya terutama diperoleh dari minyak goreng.
|
Tidak hanya itu, kandungan pektin (serat larut yang
dikandung buah-buahan dan sayuran), telah diteliti dan terbukti menurunkan
kadar kolesterol di dalam darah. Secara spesilik pada sebuah penelitian awal,
terbukti bahwa dalam apel ditemukan asam D-glucaric yang berinanfaat mengatur
kadar kolesterol. Disebutkan dalam penelitian tersebut, jenis asam ini mampu
mengurangi kolesterol sampai 35 persen.
Kadar kolesterol yang terjaga dan zat antioksidan akan
melindungi tubuh dari serangan jantung dan stroke. Ini terbukti pada sebuah
studi di Finlandia tahun 1996, bahwa orang yang pola makannya mengandung
fitokimia, berisiko rendah untuk kena penyakit jantung. Penelitian lain,
sebagaimana dikutip the British Medical Journal mengungkapkan bahwa apel juga
mencegah terjadinya stroke.
Zat fitokimia yang terdapat pada kulit apel ini, menurut
sebuah penelitian di Cornell University Amerika Serikat, bermanfaat menghambat
pertumbuhan sel kanker usus sebesar 43 persen. Fitokimia dan flavonoid secara
bersama-sama dilaporkan juga menurunkan jumlah kejadian kanker paru-paru.
Sementara itu, sebuah penelitian lain di Welsh, Inggris,
menunjukkan bahwa konsumsi buah apel secara teratur akan membuat paru-paru
berfungsi lebih baik. Para peneliti yakin fungsi pernapasan akan lebih baik
karena kandungan fitokimia di dalam apel meredam efek negatif oksidan yang
merusak organ tubuh.
Kandungan serat apel ternyata terhitung tinggi, sebesar lima gram untuk setiap buah
berukuran sedang. Jumlah ini lebih tinggi daripada kandungan serat pada
kebanyakan produk sereal. Serat ini bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan
menurunkan berat badan.Buah ini hampir tanpa lemak dan kolesterol, sehingga
cocok dimasukkan sebagai menu orang yang sedang berdiet. Keluhan seperti
sembelit pada orang diet, tidak akan terjadi bila orang tersebut memasukan apel
sebagai bagian dari menunya.
Meski bermanfaat mengatasi sembelit, buah apel juga punya
khasiat meredakan diare. Ini menurut Miriam Polunnin dalam bukunya Healing
Foods. Menurut buku tersebut, apel sangat bermanfaat untuk pencernaan.
Penelitian Konowalchuck J pada tahun 1978 mempublikasikan
manfaat lain apel. Konowalchuck menyebutkan bahwa sari buah apel terbukti ampuh
melawan berbagai serangan infeksi virus. Dengan sari apel, stamina dan
kekebalan tubuh akan menjadi lebih baik. Kondisi ini bisa menghindarkan tubuh
dari serangan virus, terlebih pada saat pergantian musim seperti sekarang ini.
Di samping kandungan zat-zat yang telah disebutkan
di atas. Apel juga mengandung tannin berkonsentrasi tinggi. Tannin
ini, seperti ditulis Jurnal American Dental Association pada tahun 1998,
mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang
disebabkan oleh tumpukan plak. Tidak hanya itu, tannin juga berfungsi
mencegab infeksi saluran kencing dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Nah, tunggu apalagi, segera masukkan apel dalam menu harian
Anda.(dyah/snr/CN02