Showing posts with label Masa kecil Nabi dan sahabatnya. Show all posts
Showing posts with label Masa kecil Nabi dan sahabatnya. Show all posts

Thursday, May 10, 2012

Masa Kecil Nabi Ismail a.s.

Kesedihan Ayah Isma'il a.s.

Namaku Isma'il. Sudah beberapa hari ini, aku melihat ayah sering termenung. Sepertinya, sedang ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Ayahku adalah seorang nabi. Dia bernama Ibrahim a.s. Sebagai seorang nabi, ayah mengajarkan tentang ilmu tauhid dan ajaran tentang keesaan Allah Swt. Kepada seluruh umatnya.

Suatu hari, ayah memanggilku. "Isma'il, engkau adalah anakku satu-satunya. Ayah sangat menyayangimu."Ayah mengelus kepalaku. Aku tersenyum dan mengangguk. "Isma'il, beberapa waktu yang lalu ..., Ayah bermimpi." Ayah menarik napas berat. Setelah itu, ayah bercerita tentang mimpinya.

Ayah bermimpi mengorbankan putra satu-satunya. Tentu saja, itu adalah aku. Aku berdiri kaget. "Apa maksud Ayah ?". "Itu bukan sembarang mimpi, Anakku. Itu adalah wahyu dari Allah Swt.," Ayah menatapku dengan sedih. "Ayah harus melaksanakan segala perintah-Nya." Aku mulai mengerti kesedihan ayah beberapa hari ini.

Ayah gelisah memikirkan tantang wahyu yang baru saja diterimanya. Siapa, sih, yang tega mengorbankan putranya sendiri? Apalagi, aku adalah putra satu-satunya.

Isma'il a.s. yang saleh

Setiap orang pasti tisak lepas dari ujian dan cobaan. Melalui itulah, Allah Swt. menguji keimanan kita. Kusentuh tangan ayah, lalu kugenggam tangannya. Kutatap matanya lekat-lekat. "Wahai Ayah, lakukanlah yang diperintahkan Allah Swt. kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar dan taat pada setiap perintah Allah Swt.,"kataku. Allah Swt. pasti sangat menyayangiku sehingga aku diberikan ujian seperti ini. Aku ikhlas.


Pada saat pelaksanaan pengorbana Isma'il. akan dilaksanakan, Allah Swt. menurunkan wahyu kepada Nabi Ibrahim. "Wahai Ibrahim kau telah melaksanakan mimpimu". Sebagai tebusan nyawa, Isma'il. Allah Swt. memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih seekor kambing sebagai gantinya. Kejadian inilah menjadi awal penyembelihan hewan kurban setiap hari raya Idul Adha.
READ MORE

Friday, March 23, 2012

Masa kecil Umair Bin Abi Waqqash

Pejuang Kecil yang Pemberani

Perang Badar merupakan peperangan pertama antara kaum Muslimin yang tinggal di Madinah melawan kaum Quraisy yang berasal dari Kota Mekah. Peperangan itu sungguh dahsyat! 

Bayangkan, waktu itu, Pasukan Muslimin hanya terdiri dari atas 313 pejuang dengan kendaraan 70 ekor unta dan dua ekor kuda yang masing-masing dinaiki tiga orang secara bergantian. Mereka hanya membawa pedang, dan hanya beberapa orang saja yang memiliki baju besi. Sedangkan pihak lawan terdiri atas 900-1000 orang prajurit handal dengan senjata lengkap seperti: pedang, tombak, perisai, dan baju besi. Mereka pun menaiki 700 ekor unta dan 100 ekor kuda.

Sebelum berangkat berperang, Rasulullah memeriksa apakah pasukannya sudah siap atau belum. Beliau pun memeriksa apakah di antara pasukannya terdapat orang yang sudah sangat tua atau terlalu muda. Mereka sudah terlalu tua atau terlalu muda tidak akan diikutsertakan dalam perang.

Melihat Rasulullah sedang melakukan  pemeriksaan, Umair bin Abi Waqqash yang saat itu masih berusia remaja bersembunyi di barisan belakang agar tidak ketahuan oleh Rasulullah. Dia takut tidak diizinkan ikut berperang dan disuruh pulang ke rumahnya.


Rasulullah seorang yang teliti. Beliau melihat Umair yang sedang bersembunyi lalu memanggilnya. Rasulullah mengatakan bahwa dia tidaj diizinkan ikut berperang saat ini.


Umair bin Abi Waqqash menangis tersedu-sedu. Dia tidak boleh ikut berjuang dan diperintahkan harus pulang segera. Umair sangat sedih karena tidak dapat membela Islam. Sambil menangis, Umair meminta kepada Rasulullah agar diizinkan. Akhirnya, Umair pun diizinkan ikut berperang.


Pasukan Muslimin bergerak ke medan perang dengan gagah. Kaum kafir Mekah yang profesional, dengan jumlah yang sangat banyak dan bersenjata lengkap itu, kalah total melawan kaum Muslimin yang sedikit jumlahnya.


Sekitar 70 orang Quraisy tewas dan 70 orang lagi menjadi tawanan perang. Sebelas dari 13 pemimpim mereka tewas, termasuk Abu Jahal yang jahat. Sedangkan di pihak kaum Muslimin, hanya empat belas orang yang syahid. Mereka terdiri atas enam orang Muhajirin dan delapan orang Anshar. Ternyata, salah satu di antaranya adalah Umair bin Abi Waqqash.






 
READ MORE

Thursday, March 22, 2012

Masa Kecil Nabi Isa AS

Isa a.s Lahir Tanpa Ayah
 Namaku Isa, dan ibuku adalah seorang perempuan yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Dia bernama Maryam. Karena keimanan dan ketaqwaannya, Allah Swt. Memberikan anugerah yang luar biasa kepadanya. Melalui perantaraan Malaikat Jibril, Allah Swt.

Menurunkan wahyu-nya. Maryam akan dikaruniai seorang anak laki-laki yang suci. Ibu sungguh terkejut mendengar wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril. "Wahai Jibril, bagaimana mungkin aku dapat memiliki seorang anak, sementara aku belum menikah ?" tanya ibuku dengan perasaan bimbang.

Malaikat Jibril menjelaskan bahwa kekuasaan Allah tidak ada batasnya. Apa pun bisa terjadi sesuai kehendak-Nya. Malaikat Jibril menyampaikan bahwa Maryam akan melahirkan seorang putra bernama Isa Al-Masih. Anak ini akan diberikan banyak mukjizat oleh Allah Swt. Sebagai orang yang bertaqwa, ibuku tunduk pada perintah Allah.

 Segera saja, Malaikat Jibril meniupkan ruh ke dalam rahim ibuku. Sejak saat itu aku berada di kandungan ibuku. Sebagai manusia biasa ibuku mulai merasa cemas. Dia khawatir, orang-orang akan mengetahui apabila ibuku telah mengandung. Orang-orang pasti mengira ibu sudah melakukan hal yang terpuji bukan ? Bagaimana mungkin seorang  perempuan bisa memiliki putra tanpa seorang suami ?

Orang-orang itu pasti tidak mengerti kejadian sebenarnya. Akhirnya, ibu mengasingkan diri ke tempat yang sepi sambil merawat kandungannya. Di tempat terpencil itulah, kemudian ibu melahirkanku.

Isa a.s Bayi yang Bisa Berbicara
Begitu aku lahir, kecemasan ibu masih belum hilang. Melihat karisauan ibu, Malaikat Jibril datang kembali untuk menenangkan hatinya. Saat ibuku membawa aku ke tengah kaumnya ada seorang berkata "Wahai Maryam, bagaimana mungkin engkau sudah melakukan perbuatan terkutuk itu ? Selama ini, kami tahu, engkau  adalah keturunan orang baik-baik." Akhirnya, beberapaorang mendatangi ibu.

Ibu hanya bisa terdiam. Dengan bahasa isyarat, ibu menunjuk aku yang akan menjawab pertanyaan itu. "Bagaimana mungkin anakmu yang masih bayi ini yang akan menjelaskannya?" tanya mereka heran. Allah Swt. Maha Besar. Dia menurunkan mukjizat-Nya kepadaku untuk menjawab semua pertanyaan mereka.

"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Selain itu, Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dia juga memerintahkan kepadaku (mendirikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."

Orang-orang yang berkumpul tersentak kaget. Mereka menatapku tak percaya. Demikianlah, kuasa Allah Swt. atas diri manusia. Tak ada sesuatu yang tidak mungkin selama Allah Swt. Menghendaki-Nya.   
 
READ MORE

Saturday, March 17, 2012

Masa Kecil Khalid Bin Al-Walid : Pemimpin perang yang gagah berani

Aku adalah seorang kesatria yang di segani dan dikagumi banyak orang. Tubuhku kekar dan kuat. Disetiap peperangan, aku dapat mengalahkan banyak musuh. Aku pun mampu menyusun strategi perang yang jitu sehingga memenangkan peperangan. Ayahku bernama Walid dan ibuku Lababah.

Ayahku memiliki tali kekeluargaan yang dekat dengan Rasulullah. Bibiku, Bibi Maimunah, adalah istri Rasulullah. Dengan Umar pun, aku merupakan sepupunya. Aku senang bermain dan berolahraga. Olahraga yang paling aku gemari : adu tinju dan bergulat. Suatu hari aku pernah bergulat dengan Umar. Aku taklukkan dia. Aku merasa bangga karena mampu mengalahkannya.

Orang-orang mengagumi keberanian dan ketangguhanku, sehingga ketika aku besar, aku diangkat menjadi pemimpin Bani Quraisy. Aku benci Islam ketika itu. Aku turut dalam perang Uhud dan berhasil mengalahkan pasukan Rasulullah.

Rasulullah pernah berkata tentangku. "Orang seperti dia, tidak dapat dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum muslimin kita harus mengangkatnya ke dalam golongan pemimpin saat peperangan.

Aku diberikan hidayah oleh Allah setelah itu. Aku mengatakan syahadat dan mendukung Islam. Meskipun masa laluku tidak baik, aku pernah memusuhi Rasulullah Saw. dan membenci Islam, tapi sekarang aku berubah. Aku memcintai Allah dan rasul-nya. Aku membaktikan diriku untuk agama yang penuh kebenara ini. Banyak orang yang kemudian masuk Islam setelah keislamanku. Alhamdulillah .....




READ MORE

Friday, March 16, 2012

Dua Pejuang Remaja yang Berjasa

Selain Umair bin Waqqash yang berjuang dan syahid di perang Badar, ada dua orang lagi yang beruntung yaitu kedua pemuda, Mu'adz bin Amr bin Jumuh dan Mu'awwadz bin afra. Salah satu dari mereka bertanya kepada Abdurrahman bin Auf, "Hai, Paman, tunjukan kepadaku mana orang yang bernama Abu Jahal ?"

"Aku pernah mendengar berita bahwa dia telah menghina Rasulullah. Oleh karena itu aku bersumpah jika bertemu atau melihatnya aku akan menyerangnya," jawabnya tegas dan berani.

Pada saat peperangan Abdurrahman melihat Abu Jahal dan menunjukkan kepada kedua remaja tadi. Kedua remaja itu langsung menuju ke arah Abu Jahal dan menyerangnya. Dan tak lama kemudian Abu Jahal tewas. Setelah perang berakhir dimenagkan kaum muslimin. Rasulullah menyuruh para sahabat mencari apakah ada jasad Abu Jahal.

  setelah dicari ternya di temukan oleh Ibnu Mas'ud sambil berteriak, "Allahu Akbar!" "Saya mendengar ada dua remaja yang mengaku mengalahkan Abu Jahal. Mereka adalah Mu'adz dan Mu'awwadz," jawab seorang sahabat. "Suruh kedua orang itu menghadapku sekarang!" perintah Rasulullah.

Rasulullah bertanya pada kedua pemuda,siapa diantara mereka yang mengalahkan Abu Jahal. Kedua pemuda menjawab bahwa mereka yang mengalahkan Abu Jahal. "Apakah kalian sudah membersihkan pedang kalian?" tanya Rasulullah. "Belum."

Setelah Rasulullah memeriksa pedang mereka berdua, Rasulullah percaya bahwa merekalah yang telah mengalahkan Abu Jahal.

READ MORE

Masa kecil Nabi Ibrahim a.s. dan Air susu yang memancar

Saat Nabi Ibrahim lahir Bapak dan Ibunya menyembunyikannya di gua karena pada saat itu Raja Namrud mendapat ramalan bahwa akan ada anak laki-laki yang akan menghancurkan kedudukan sebagai Raja di Babylon. Karena itu Raja Namrud menyuruh prajuritnya untuk membunuh semua anak laki-laki yang lahir.

Nabi Ibrahim kecil di tinggal di gua sendiri. Seminggu sudah berlalu. Suara langkah kaki terdengar dari mulut gua. Biasanya, gua ini sepi. Sebuah jeritan tiba-tiba terdengar dari mulut gua. "Ibrahim ? Kamu masih hidup ?
 Ya tuhan ......" kulihat Ayah dan Ibuku berlari dan memelukku dengan erat sambil menangis.

"Bagaimana kamu masih hidup, Ibrahim ?" Bibir Ayahku bergetar. "Siapa yang menyusuimu dan merawatmu ?" Tentu saja aku belum bisa bicara bayi berumur beberapa hari belum bisa bicara, bukan ? Hanya saja, aku sangat bahagia bertemu dengan ibu dan ayahku.

Siapa yang sudah merawat dan memberikan makanan kepadaku selama sendirian di dalam gua ?
Allah Maha Besar. Atas kuasa-nya, Allah Swt. menurunkan mukjizat kepadaku. Setiap kali aku merasa lapar
aku menghisap ibu jari tanganku. Dari ibu jari itu, memancar air susu yang melimpah. Selain itu, Allah telah memberikan perlindungannya selama aku berada di gua.
READ MORE

Thursday, March 15, 2012

Masa Kecil Nabi Daud AS

Namaku Daud, dan aku bersama pasukan Bani Isra'il.Mereka membawa tombak, pedang, panah, dan juga senjata lainnya.Langkahku ikut berderap tegap di antara mereka.Meskipun aku hanya membawa tongkat kayu dan ketapel,aku sudah siap ke medan perang.

Di depan sana,thalut memimpin pasukan di atas kudanya.Thalut adalah pemimpin pasukan Bani Isra'il. Tanpa henti ia mengobarkan semangat kepada pasukan."Hari ini, kita akan menyerang Raja Jalut ! "

Jalut adalah penguasa di wilayah palestina. Sayangnya dia Raja yang zalim. Jalut dan pasukannya sering menyerang kerajaan di sekitarnya.

Thalut pemimpim pasukan Bani Isra'il berniat memberontak. Semua tentara dikumpulkan."Hari ini kita akan menyerang Jalut dan pasukannya"

"Lihat,anak itu membawa ketapel untuk mengalahkan Jalut!"semua prajurit menertawakan aku, tapi aku yakin Allah Swt akan membantuku.Semua prajurit melawan, dan aku melawan Raja Jalut.Alhamdulillah, aku berhasil menglahkan Jalut dan kami pun menang.
READ MORE